Jakarta, 19 September 2026 – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama membawa catatan impresif di Red Bull Ring ketika menghadapi rangkaian Moto3 Austria 2026 pada 18–20 September. Rookie Honda Team Asia tersebut sudah mengenal karakter lintasan Spielberg dengan sangat baik karena pernah tampil empat kali di sirkuit itu ketika berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2024 dan 2025. Dari empat balapan tersebut, Veda mampu tiga kali menembus podium. Catatan itu membuat Red Bull Ring menjadi salah satu lintasan dengan hasil terbaik dalam perjalanan kariernya sebelum naik ke Kejuaraan Dunia Moto3. Namun, pengalaman positif tersebut belum otomatis membuat akhir pekan Moto3 Austria berjalan mudah. Veda justru harus menghadapi tantangan besar setelah hasil sesi latihan Jumat belum sesuai harapan.
Jejak positif Veda di Austria dimulai ketika menjalani musim pertamanya di Red Bull Rookies Cup pada 2024. Dalam balapan kedua di Red Bull Ring, pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu menyelesaikan perlombaan di posisi ketiga. Hasil itu menjadi salah satu podium penting dalam proses adaptasinya dengan kompetisi Eropa. Veda kemudian kembali ke Spielberg pada musim 2025 dengan performa yang jauh lebih kuat. Dalam dua balapan yang digelar di Red Bull Ring pada musim tersebut, ia selalu menyelesaikan perlombaan di posisi kedua. Artinya, dari empat kesempatan balapan di sirkuit Austria itu selama dua musim Rookies Cup, Veda tiga kali membawa pulang podium. Rekor tersebut menjadi modal pengalaman penting ketika kini ia kembali dengan motor Moto3.
Performa Veda pada Red Bull Rookies Cup 2025 bahkan tidak hanya terlihat dari hasil balapan. Ia juga berhasil merebut pole position ketika tampil di Red Bull Ring, menunjukkan kecepatannya sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. Dalam dua balapan musim tersebut, Veda harus mengakui keunggulan Brian Uriarte yang selalu keluar sebagai pemenang. Menariknya, keduanya kini kembali berada dalam kompetisi yang sama di Moto3 2026. Uriarte memperkuat Red Bull KTM Ajo, sedangkan Veda menjalani musim debut bersama Honda Team Asia. Persaingan keduanya membawa kembali rivalitas yang sebelumnya berkembang ketika mereka memperebutkan hasil terbaik di Rookies Cup. Uriarte akhirnya menjadi juara Rookies Cup 2025, sementara Veda menutup musim sebagai runner-up.
Veda datang ke Austria dengan kebutuhan besar untuk mengembalikan momentum setelah dua balapan terakhir tidak menghasilkan poin. Ia finis di posisi ke-20 pada GP Aragon dan kemudian hanya menempati urutan ke-18 pada GP San Marino. Hasil tersebut membuatnya gagal menambah koleksi angka dalam dua seri secara beruntun. Sebelum rangkaian GP Austria, Veda berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan 97 poin. Posisi tersebut masih menunjukkan performa kompetitif untuk seorang pembalap yang baru menjalani musim pertama di kejuaraan dunia. Namun, persaingan semakin ketat memasuki bagian akhir musim sehingga konsistensi mendapatkan poin menjadi semakin penting. Red Bull Ring yang memiliki sejarah positif kemudian menjadi salah satu kesempatan bagi Veda untuk mencoba menghentikan tren tersebut.
Peluang Veda untuk kembali mendapatkan hasil bagus juga didukung fakta bahwa ia telah mencatat sejarah pada musim debutnya. Pembalap berusia 17 tahun tersebut menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix setelah finis ketiga pada Moto3 GP Brasil, 22 Maret 2026. Podium tersebut diraih hanya pada penampilan keduanya di Kejuaraan Dunia Moto3. Veda bahkan harus berjuang dari posisi ketujuh menuju posisi ketiga dalam empat lap terakhir setelah perlombaan sempat dihentikan dengan bendera merah. Hasil di Brasil memperlihatkan bahwa dirinya memiliki kemampuan bertarung di kelompok depan ketika kondisi motor dan ritme balapan mendukung. Pencapaian itu pula yang membuat peluang podium di Austria tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan meskipun persaingan musim ini sangat ketat.
Akan tetapi, perjalanan Veda di Red Bull Ring kali ini dimulai dengan hasil yang belum maksimal. Dalam sesi latihan bebas pertama pada Jumat, 18 September, ia menempati posisi kedelapan dengan catatan waktu 1 menit 41,779 detik. Posisi tersebut sempat memberikan gambaran positif karena Veda mampu berada dalam kelompok sepuluh besar. Situasinya berubah pada sesi Practice ketika para pembalap meningkatkan kecepatan secara signifikan. Veda sempat berada di posisi sepuluh besar, tetapi kemudian terus turun ketika rival-rivalnya memperbaiki waktu menjelang akhir sesi. Ia akhirnya menempati posisi ke-18 setelah membukukan waktu terbaik 1 menit 40,773 detik. Hasil tersebut membuat Veda gagal mendapatkan tiket langsung menuju Q2.
David Almansa menjadi pembalap tercepat dalam sesi Practice dengan catatan 1 menit 39,668 detik. Maximo Quiles menempati posisi kedua, sedangkan Alvaro Carpe berada di urutan ketiga. Selisih Veda dengan Almansa mencapai 1,105 detik, tetapi jaraknya dengan batas terakhir untuk lolos langsung ke Q2 jauh lebih tipis. Adrian Fernandez yang menempati posisi ke-14 mencatat waktu 1 menit 40,531 detik. Dengan demikian, Veda hanya tertinggal 0,242 detik dari batas aman untuk mendapatkan tempat langsung di Q2. Ketatnya selisih tersebut memperlihatkan bagaimana perbedaan sepersekian detik dapat membuat seorang pembalap kehilangan banyak posisi dalam persaingan Moto3.
Veda kini harus melewati Q1 sebelum dapat membicarakan peluang mendapatkan posisi start ideal untuk balapan utama. Hanya empat pembalap tercepat pada Q1 yang berhak melanjutkan perjalanan menuju Q2. Apabila berhasil menembus empat besar, Veda masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi start melalui sesi kualifikasi berikutnya. Sebaliknya, kegagalan lolos akan membuatnya harus memulai perlombaan setidaknya dari barisan ketujuh atau posisi ke-19. Kondisi tersebut tentu membuat peluang bertarung di kelompok depan menjadi lebih sulit, terutama karena Moto3 dikenal memiliki rombongan pembalap yang sangat rapat. Karena itu, sesi kualifikasi Sabtu menjadi tahapan penting sebelum peluang podium Veda dapat dinilai lebih jauh.
Catatan tiga podium dari empat balapan di Red Bull Ring tetap menjadi modal berharga bagi Veda untuk menghadapi tantangan tersebut. Ia memahami titik pengereman, karakter tikungan dan kebutuhan menjaga momentum pada lintasan sepanjang sekitar 4,3 kilometer itu dari pengalamannya di Rookies Cup. Namun, level persaingan Moto3 berbeda dan hasil Practice menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu saja tidak cukup untuk menjamin hasil tiga besar. Veda harus terlebih dahulu melewati Q1, mendapatkan posisi start sebaik mungkin dan menjaga ritme ketika balapan berlangsung. Podium di Brasil sebelumnya membuktikan ia mampu bersaing di kelompok depan dalam musim debutnya, sedangkan tiga podium Rookies Cup menunjukkan Red Bull Ring merupakan lintasan yang pernah memberinya hasil positif. Apakah catatan tersebut dapat kembali diterjemahkan menjadi podium Moto3 baru akan ditentukan setelah seluruh rangkaian kualifikasi dan balapan Austria selesai.