Jakarta, 17 Oktober 2026 – Pergantian pucuk pimpinan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjadi perhatian publik setelah Darmawan Prasodjo resmi digantikan oleh Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026). Pergantian ini terjadi ketika perusahaan listrik milik negara tersebut tengah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keandalan pasokan listrik dan percepatan transisi energi. Suroso yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN kini mendapat tanggung jawab memimpin perusahaan. Terdapat tiga fakta penting yang menjadi sorotan dalam perubahan kepemimpinan tersebut, mulai dari proses penunjukan hingga tantangan yang menanti direktur utama baru.
Fakta pertama adalah proses pergantian Direktur Utama PLN yang dilakukan melalui rapat pemegang saham secara daring. RUPSLB tersebut digelar pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membenarkan bahwa Darmawan Prasodjo telah digantikan oleh Suroso Isnandar berdasarkan keputusan rapat tersebut. Pertemuan diikuti jajaran direksi, komisaris, serta perwakilan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata juga disebut turut menghadiri proses pengambilan keputusan. Pergantian yang dilakukan secara daring tersebut menjadi perhatian karena menyangkut posisi tertinggi di perusahaan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan listrik nasional.
Dalam perubahan kepemimpinan tersebut, Suroso Isnandar untuk sementara masih merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Kondisi tersebut berlangsung hingga perusahaan menetapkan pejabat pengganti untuk posisi yang sebelumnya diemban Suroso. Andi Arief menjelaskan bahwa perubahan dalam RUPSLB kali ini hanya menyangkut jabatan direktur utama. Dengan demikian, susunan direksi dan komisaris lainnya tidak mengalami perubahan melalui keputusan tersebut. Andi juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan Prasodjo selama memimpin PLN dan menjalankan berbagai program transformasi perusahaan. Kepemimpinan Suroso diharapkan dapat melanjutkan pembenahan yang telah dilakukan sekaligus menjawab tantangan baru sektor ketenagalistrikan.
Fakta kedua berkaitan dengan sosok Suroso Isnandar yang memiliki pengalaman panjang di bidang kelistrikan dan pengembangan energi. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama PLN, Suroso menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam pengelolaan proyek strategis perusahaan, termasuk pengembangan infrastruktur pembangkit dan energi bersih. Suroso juga memiliki latar belakang pendidikan teknik elektro yang berkaitan langsung dengan kegiatan utama PLN. Pengalamannya dalam pengelolaan sistem tenaga listrik dan transformasi perusahaan menjadi salah satu modal untuk menjalankan tugas barunya. Dengan latar belakang tersebut, kepemimpinannya diharapkan mampu memperkuat kesinambungan proyek kelistrikan nasional.
Menariknya, pada hari yang sama sebelum pergantian kepemimpinan diumumkan, Suroso Isnandar menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Suroso hadir bersama sejumlah pejabat yang berkaitan dengan pengelolaan badan usaha negara dan sektor energi. Kehadirannya menjadi sorotan karena berlangsung beberapa jam sebelum keputusan RUPSLB ditetapkan. Namun, pertemuan tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab pergantian direktur utama tanpa adanya keterangan resmi yang mendukung. Pemerintah juga belum menyampaikan bahwa penunjukan Suroso berkaitan dengan persoalan pribadi atau pelanggaran tertentu oleh pimpinan sebelumnya. Perubahan kepemimpinan tetap dipandang sebagai bagian dari mekanisme pengelolaan perusahaan negara.
Fakta ketiga adalah pergantian direktur utama berlangsung setelah muncul sorotan terhadap gangguan pasokan listrik di Batam, Kepulauan Riau. Sejumlah wilayah Batam mengalami pemadaman listrik pada Senin (12/10/2026), sehingga menimbulkan keluhan masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Peristiwa tersebut memunculkan perhatian terhadap keandalan jaringan dan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Namun, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pergantian pimpinan PLN merupakan aksi korporasi yang biasa dilakukan. Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai jajaran direksi perusahaan negara menjadi kewenangan pemegang saham melalui mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, gangguan listrik di Batam belum dapat dinyatakan sebagai alasan langsung pergantian Darmawan Prasodjo.
Selain persoalan keandalan pasokan listrik, Suroso Isnandar menghadapi sejumlah pekerjaan penting dalam menjalankan kepemimpinan PLN. Perusahaan dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan sekaligus memperkuat infrastruktur kelistrikan di berbagai daerah. Modernisasi jaringan transmisi dan distribusi menjadi salah satu kebutuhan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan. Pada saat bersamaan, PLN harus melanjutkan pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional. Tantangan lainnya mencakup pengelolaan keuangan perusahaan, efisiensi operasional, serta kesiapan investasi untuk pembangunan pembangkit dan jaringan. Berbagai agenda tersebut membutuhkan strategi yang terukur agar transformasi perusahaan tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pergantian Darmawan Prasodjo dengan Suroso Isnandar menandai fase baru kepemimpinan PLN di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Keputusan melalui RUPSLB menunjukkan adanya perubahan pada posisi strategis perusahaan tanpa perombakan menyeluruh terhadap jajaran pengurus. Pengalaman Suroso dalam pengelolaan proyek dan energi baru terbarukan diharapkan dapat mendukung kelanjutan program transformasi PLN. Meski pergantian terjadi berdekatan dengan gangguan kelistrikan di Batam, pemerintah menegaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme korporasi. Kini perhatian tertuju pada kemampuan direktur utama baru dalam meningkatkan keandalan listrik, menjaga kesehatan keuangan, dan mempercepat pengembangan energi bersih. Keberhasilan menjalankan agenda tersebut akan menjadi ukuran penting bagi kinerja PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.