Jakarta, 1 September 2026 – Tidur lebih lama saat akhir pekan ternyata tidak selalu menjadi kebiasaan buruk. Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Cardiology menunjukkan bahwa tambahan waktu tidur pada akhir pekan dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi yang lebih rendah. Studi tersebut melibatkan sekitar 40.000 orang dewasa di Korea Selatan yang datanya diamati selama tujuh tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan tambahan tidur sekitar 1 jam 27 menit pada akhir pekan memiliki kemungkinan 9 persen lebih rendah mengalami hipertensi. Secara keseluruhan, tidur kompensasi pada akhir pekan dikaitkan dengan penurunan kemungkinan hipertensi sekitar 6 persen.
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa tidur tambahan pada Sabtu dan Minggu mungkin membantu tubuh memulihkan sebagian kekurangan tidur yang terjadi selama hari kerja. Kurang tidur secara terus-menerus diketahui berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi. Ketika seseorang tidur terlalu sedikit, tekanan darah tidak mengalami penurunan secara optimal pada malam hari sehingga dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular. Karena itu, tambahan waktu tidur setelah menjalani minggu yang padat mungkin memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan pemulihan. Meski demikian, penelitian tersebut menunjukkan hubungan atau asosiasi, sehingga belum dapat membuktikan bahwa tidur lebih lama pada akhir pekan secara langsung mencegah hipertensi.
Menariknya, jumlah waktu tidur tambahan juga tampaknya menjadi faktor penting. Peneliti menemukan manfaat paling menonjol pada tambahan sekitar 1 jam 27 menit dibandingkan durasi tidur pada hari kerja. Sebaliknya, tidur lebih dari empat jam tambahan pada akhir pekan justru dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi. Peneliti memperkirakan tidur berlebihan dapat meningkatkan ketidakteraturan jadwal tidur dan mengganggu ritme sirkadian tubuh. Artinya, hasil penelitian ini bukan berarti seseorang dianjurkan tidur sepanjang hari pada Sabtu atau Minggu setelah kurang tidur selama lima hari. Yang lebih masuk akal adalah memberikan tambahan waktu tidur secukupnya sambil tetap menjaga jadwal tidur yang relatif konsisten.
Hasil penelitian terbaru tersebut juga perlu dilihat bersama penelitian sebelumnya karena bukti mengenai manfaat tidur kompensasi masih beragam. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 70.000 orang dewasa di Inggris yang menggunakan data dari perangkat pemantau aktivitas menemukan bahwa tidur kompensasi pada akhir pekan tidak memiliki hubungan yang jelas dengan penurunan kejadian penyakit kardiovaskular selama masa tindak lanjut. Penelitian lain menggunakan data survei kesehatan Amerika Serikat justru menemukan bahwa tidur tambahan pada akhir pekan berkaitan dengan prevalensi penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, terutama pada orang yang tidur kurang dari enam jam pada hari kerja. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa durasi tidur, kualitas tidur, pola tidur, dan kondisi kesehatan seseorang kemungkinan saling berinteraksi.
Karena itu, tidur lebih lama pada akhir pekan sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti tidur yang cukup setiap malam. Orang dewasa pada umumnya tetap dianjurkan mendapatkan tidur yang memadai secara rutin, bukan sengaja mengurangi tidur sepanjang minggu lalu mencoba membayarnya pada Sabtu dan Minggu. Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten dapat membantu mempertahankan ritme sirkadian sekaligus membuat kualitas tidur lebih baik. Jika seseorang harus bangun pagi selama hari kerja, mengatur waktu tidur lebih awal pada malam sebelumnya biasanya merupakan strategi yang lebih baik daripada mengandalkan tidur panjang di akhir pekan.
Selain tidur, kesehatan jantung tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan, berat badan, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Tidur tambahan pada akhir pekan tidak dapat menggantikan olahraga atau pola hidup sehat lainnya. Bagi orang yang sering merasa mengantuk pada siang hari, sulit berkonsentrasi, atau terus membutuhkan tidur tambahan dalam jumlah besar setiap akhir pekan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kebutuhan tidur selama hari kerja belum terpenuhi. Memperbaiki rutinitas tidur secara keseluruhan akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya mengejar waktu tidur pada dua hari terakhir dalam seminggu.
Dengan demikian, tidak perlu merasa bersalah ketika ingin bangun sedikit lebih siang pada akhir pekan setelah menjalani minggu yang melelahkan. Tambahan tidur dalam jumlah moderat mungkin membantu mengompensasi sebagian kekurangan tidur dan dalam penelitian terbaru dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. Namun, tidur berlebihan dan perubahan jadwal yang ekstrem justru dapat mengganggu ritme tubuh. Strategi terbaik tetap mengupayakan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam, sementara tidur tambahan pada akhir pekan dapat menjadi pelengkap ketika tubuh memang membutuhkan pemulihan.