Washington, 2 Mei 2026 – Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara sekutu Eropa terkait konflik dengan Iran.
Keputusan tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi strategi militer Amerika Serikat di kawasan Eropa. Penarikan pasukan ini disebut akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Langkah ini diduga berkaitan dengan ketidakpuasan Washington terhadap sikap sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, yang dinilai kurang memberikan dukungan penuh dalam konflik yang melibatkan Iran. Perbedaan pandangan mengenai pendekatan militer dan diplomasi menjadi salah satu pemicu utama situasi ini.
Pihak Amerika Serikat menilai bahwa dukungan sekutu sangat penting dalam menjaga stabilitas global. Namun, kurangnya keselarasan strategi dinilai dapat menghambat efektivitas operasi yang dijalankan.
Di sisi lain, pemerintah Jerman menanggapi keputusan tersebut dengan hati-hati. Mereka menegaskan bahwa selama ini telah memberikan kontribusi penting, termasuk dukungan logistik dan akses terhadap fasilitas militer yang digunakan oleh pasukan AS.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa penarikan pasukan ini dapat berdampak signifikan terhadap dinamika keamanan di kawasan Eropa, terutama dalam konteks kerja sama pertahanan antarnegara.
Jerman selama ini menjadi salah satu pusat utama kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa. Dengan berkurangnya jumlah pasukan, dikhawatirkan akan terjadi perubahan dalam keseimbangan kekuatan militer di kawasan tersebut.
Situasi ini juga mencerminkan adanya pergeseran hubungan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, yang berpotensi memengaruhi kerja sama strategis di masa mendatang.