Jakarta, 10 Mei 2026 – Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan cerita mengenai pertemuannya dengan Paus Leo di Vatikan dalam sebuah agenda diplomasi dan dialog lintas agama. Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan undangan secara langsung agar Paus Leo dapat berkunjung ke Indonesia pada waktu mendatang.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu disebut membahas berbagai isu penting, mulai dari toleransi antarumat beragama, perdamaian dunia, hingga peran pemimpin agama dalam menjaga harmoni sosial di tengah meningkatnya tantangan global. Menag menilai hubungan baik antara Indonesia dan Vatikan perlu terus diperkuat melalui kerja sama kemanusiaan dan dialog budaya.
Menurut Menag, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara dengan keberagaman agama dan budaya terbesar di dunia yang mampu menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis. Karena itu, kunjungan pemimpin Gereja Katolik dunia ke Indonesia dinilai akan memiliki makna besar dalam memperkuat pesan perdamaian dan persaudaraan antarumat beragama.
Dalam pertemuan tersebut, Menag juga memperkenalkan berbagai program moderasi beragama yang selama ini dijalankan pemerintah Indonesia. Ia menegaskan bahwa nilai toleransi dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa di tengah masyarakat yang majemuk.
Ajakan untuk mengunjungi Indonesia disebut disambut positif oleh pihak Vatikan. Meski belum ada kepastian jadwal resmi, komunikasi diplomatik antara kedua pihak akan terus dilanjutkan untuk membahas kemungkinan kunjungan tersebut di masa mendatang.
Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai hubungan Indonesia dan Vatikan memiliki posisi strategis dalam memperkuat diplomasi perdamaian global. Indonesia dinilai mampu menjadi contoh negara demokratis dengan kehidupan antarumat beragama yang relatif harmonis dibanding banyak negara lain.
Pertemuan Menag dengan Paus Leo di Vatikan juga mendapat perhatian publik karena dinilai menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun dialog lintas iman di tingkat internasional. Pemerintah berharap hubungan baik tersebut dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.