Jakarta, 11 Mei 2026 – Tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berkembang pesat disebut mulai memberikan dampak terhadap pasar komputer rakitan di Indonesia. Sejumlah pelaku industri mengaku penjualan PC rakitan mengalami perlambatan karena perubahan pola konsumsi masyarakat dan perkembangan teknologi baru.
Menurut pelaku usaha, sebagian konsumen kini lebih tertarik pada perangkat siap pakai dengan dukungan fitur AI bawaan dibanding merakit komputer secara manual seperti beberapa tahun lalu. Laptop modern dan perangkat berbasis AI dinilai menawarkan kemudahan, efisiensi, serta performa yang sudah cukup memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna.
Selain itu, meningkatnya penggunaan layanan cloud dan aplikasi berbasis AI juga mengubah kebutuhan spesifikasi perangkat. Banyak aktivitas yang sebelumnya membutuhkan PC rakitan berkinerja tinggi kini mulai dapat dijalankan melalui layanan online tanpa harus memiliki perangkat mahal.
Pasar PC rakitan sebelumnya cukup populer di kalangan gamer, editor video, hingga pengguna profesional yang membutuhkan performa khusus. Namun tren baru di industri teknologi membuat sebagian konsumen mulai beralih ke solusi yang lebih praktis dan ringkas.
Pelaku toko komputer mengaku penurunan permintaan terutama terasa pada segmen entry-level dan menengah. Meski demikian, pasar PC rakitan premium untuk gaming dan kebutuhan kreatif profesional disebut masih memiliki penggemar tersendiri.
Pengamat teknologi menilai perkembangan AI memang sedang mengubah banyak sektor industri digital, termasuk pola pembelian perangkat komputer. Konsumen kini lebih mempertimbangkan integrasi AI, efisiensi daya, mobilitas, dan ekosistem perangkat dibanding hanya fokus pada spesifikasi hardware mentah.
Di sisi lain, persaingan harga komponen komputer yang fluktuatif juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasar PC rakitan. Harga kartu grafis, prosesor, dan komponen lain yang tidak stabil membuat sebagian calon pembeli memilih menunda perakitan komputer baru.
Meski menghadapi tekanan pasar, pelaku industri optimistis PC rakitan belum akan sepenuhnya kehilangan peminat. Segmen gamer hardcore, kreator konten, dan pengguna profesional tetap membutuhkan perangkat yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan performa tinggi yang belum sepenuhnya tergantikan oleh perangkat umum berbasis AI.