Jakarta, 5 November 2026 – Penyanyi Afgan Syahreza mengungkap pengalaman berat yang pernah dialaminya ketika mengalami cedera pita suara hingga harus berhenti bernyanyi selama tiga bulan. Peristiwa tersebut terjadi pada 2019, saat karier musiknya sedang dipenuhi berbagai kegiatan dan jadwal penampilan. Pelantun lagu Sadis itu mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar sepanjang perjalanannya sebagai penyanyi profesional. Cedera yang dialaminya membuat Afgan harus menjalani istirahat vokal agar kondisi pita suaranya tidak semakin memburuk. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting mengenai kesehatan suara dan pengelolaan aktivitas pekerjaan.
Afgan menjelaskan bahwa cedera pita suara yang dialaminya berkaitan dengan kebiasaan bekerja secara berlebihan. Pada masa itu, ia mengaku sering menerima berbagai tawaran pekerjaan tanpa mempertimbangkan kebutuhan istirahat yang cukup. Jadwal yang padat membuat kondisi fisiknya mengalami tekanan, termasuk pada bagian pita suara yang menjadi modal utama dalam pekerjaannya. Situasi tersebut akhirnya memaksanya menghentikan aktivitas bernyanyi untuk sementara waktu. Keputusan menjalani istirahat vokal selama tiga bulan menjadi langkah penting dalam proses pemulihan. Afgan menyadari bahwa memaksakan diri untuk terus tampil justru berisiko memperpanjang gangguan kesehatan yang dialaminya.
Pengalaman tersebut terasa semakin berat karena terjadi menjelang salah satu agenda penting dalam perjalanan karier musiknya. Afgan mengenang bahwa persoalan pita suara itu muncul pada periode persiapan konser Dekade pada 2019. Sebagai penyanyi yang telah membangun karier sejak 2008, ia terbiasa menghadapi berbagai tantangan di industri hiburan. Namun, cedera yang secara langsung memengaruhi kemampuannya bernyanyi menghadirkan kekhawatiran tersendiri. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa aktivitas yang paling dicintainya tidak dapat dilakukan seperti biasa. Kondisi tersebut membuatnya memahami pentingnya memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih sebelum kembali menjalani kegiatan profesional.
Setelah melewati masa sulit tersebut, Afgan mulai mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan dan kesehatan. Ia mengaku kini lebih selektif dalam menerima tawaran tampil maupun menjalankan proyek musik. Perubahan tersebut dilakukan agar jadwal pekerjaannya tidak kembali memberikan tekanan berlebihan terhadap kondisi fisik dan vokalnya. Afgan juga menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan berarti mengurangi keseriusan dalam berkarya. Sebaliknya, kondisi tubuh yang terjaga memungkinkan seorang penyanyi mempertahankan kualitas penampilan dalam jangka panjang. Pengalaman cedera pada 2019 menjadi pengingat baginya untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan, latihan, dan waktu istirahat.
Selain mengatur jadwal pekerjaan, Afgan tetap rutin mengikuti latihan vokal bersama guru profesional meskipun telah memiliki pengalaman panjang di industri musik. Ia menilai kemampuan bernyanyi harus terus diasah karena teknik yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko gangguan pada pita suara. Latihan tersebut membantunya mempertahankan kualitas suara sekaligus memperbaiki teknik pernapasan dan pengendalian vokal. Afgan biasanya meningkatkan intensitas latihan ketika mempersiapkan konser besar atau proyek yang membutuhkan kemampuan bernyanyi lebih tinggi. Baginya, pengalaman selama bertahun-tahun bukan alasan untuk berhenti belajar. Ia justru semakin memahami bahwa teknik bernyanyi yang benar memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan karier.
Tantangan kesehatan suara kembali dialami Afgan menjelang konser Retrospektif yang berlangsung pada Juli 2026. Ketika itu, ia sempat kehilangan kemampuan berbicara dan bernyanyi akibat gangguan kesehatan yang muncul secara bersamaan. Afgan menjelaskan bahwa masalah asam lambung dan infeksi sinus turut memengaruhi kondisi suaranya. Situasi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan dan rehabilitasi vokal menjelang konser. Selama pemulihan, ia membatasi latihan dan menggunakan teknik humming agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada pita suara. Kondisinya berangsur membaik beberapa hari sebelum pertunjukan sehingga ia akhirnya dapat kembali tampil di hadapan para penggemar.
Konser Retrospektif menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Afgan yang telah berkarya selama 18 tahun di industri musik Indonesia. Pertunjukan yang digelar di Jakarta pada 18 Juli 2026 tersebut menghadirkan aransemen orkestra bersama Erwin Gutawa serta sejumlah kolaborasi dengan musisi Tanah Air. Meski sebelumnya menghadapi gangguan kesehatan, Afgan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik kepada penonton. Ia juga membagikan kisah perjuangannya memulihkan suara sebagai bagian dari perjalanan panjang yang telah dilaluinya. Pengalaman tersebut semakin memperkuat kesadarannya mengenai pentingnya menjaga kesehatan vokal. Kini, Afgan menjadikan latihan yang konsisten, pengaturan jadwal, dan perhatian terhadap kondisi tubuh sebagai bagian penting dalam mempertahankan karier musiknya.