Jakarta, 3 November 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatatkan perkembangan positif dalam aktivitas pelayanan peti kemas dengan volume yang menembus 10,3 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas logistik yang berlangsung melalui jaringan pelabuhan nasional seiring dengan pergerakan perdagangan internasional dan kebutuhan distribusi barang dalam negeri. Peningkatan arus peti kemas menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan kegiatan ekspor, impor, serta perdagangan antarpulau yang memanfaatkan transportasi laut. Sebagai badan usaha milik negara yang mengelola sejumlah pelabuhan strategis, Pelindo memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi pelayanan terminal agar proses bongkar muat dapat berlangsung lebih cepat dan terukur. Penguatan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan layanan kepelabuhanan. Dengan capaian tersebut, sektor pelabuhan diharapkan semakin mampu mendukung daya saing perdagangan Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.
Berdasarkan data operasional perusahaan, arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs atau meningkat 5,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Fajar Setyono, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan internasional. Arus peti kemas internasional tercatat mencapai 3,54 juta TEUs atau tumbuh 10,34 persen secara tahunan. Sementara itu, arus peti kemas domestik mencapai 6,77 juta TEUs dengan pertumbuhan sebesar 3,57 persen. Perbedaan laju pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan lintas negara menjadi salah satu penggerak utama peningkatan volume bongkar muat perusahaan. Fajar menyebut penambahan layanan pelayaran internasional, peningkatan kunjungan kapal, serta optimalisasi fasilitas terminal turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan tersebut. Pertumbuhan ini juga menuntut kesiapan operasional yang lebih baik agar peningkatan volume barang tidak menimbulkan hambatan dalam proses pelayanan pelabuhan. ANTARA News+1
Salah satu terminal yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah Terminal Teluk Lamong di Jawa Timur dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 23,12 persen. Hingga September 2026, terminal tersebut melayani 25 kunjungan kapal internasional nonreguler atau ad hoc call dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs. Peningkatan tersebut turut didukung kehadiran layanan pelayaran baru yang memperluas konektivitas terminal dengan jaringan perdagangan internasional. Dua layanan yang memberikan kontribusi adalah CSE Service, hasil kerja sama joint slot antara COSCO Shipping Lines dan OOCL, serta SCJX/SIX Service yang melibatkan Gold Star Line dan X-Press Feeders. Kedua layanan tersebut masing-masing mencatatkan rata-rata kegiatan bongkar muat sekitar 1.100 TEUs dalam setiap kunjungan kapal. Penambahan jaringan pelayaran memungkinkan pelaku usaha memperoleh lebih banyak pilihan dalam mengirimkan barang ke pasar internasional. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi apabila jadwal kapal, fasilitas terminal, dan layanan pendukung dapat berjalan secara terintegrasi. Pelindo menilai penguatan konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pertumbuhan arus peti kemas pada periode berikutnya. ANTARA News+1
Untuk mengantisipasi peningkatan volume bongkar muat, Pelindo Terminal Petikemas melakukan penguatan fasilitas melalui pengadaan peralatan operasional di sejumlah terminal sepanjang 2026. Di Terminal Petikemas Surabaya, perusahaan menambah empat unit Quay Container Crane atau QCC dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry atau E-RTG. Sementara itu, Terminal Petikemas Semarang memperoleh tambahan empat unit QCC untuk memperkuat kemampuan penanganan peti kemas dari kapal. Di Terminal Petikemas Belawan, pengadaan dilakukan terhadap dua unit QCC dan empat unit Rubber Tyred Gantry atau RTG. Pelindo juga menambah empat unit E-RTG di Terminal Petikemas Banjarmasin sebagai bagian dari peningkatan kesiapan operasional. Pengadaan dua unit QCC di Terminal Petikemas Perawang ditargetkan selesai pada Desember 2026 untuk mendukung kebutuhan pelayanan pada masa mendatang. Fajar menjelaskan bahwa penambahan peralatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keandalan fasilitas serta kapasitas penanganan peti kemas. Selain investasi peralatan, perusahaan terus memperbaiki perencanaan operasional, pengendalian kegiatan bongkar muat, dan koordinasi dengan pengguna jasa agar pelayanan tetap berjalan lancar. ANTARA News
Pertumbuhan perdagangan internasional juga mendapatkan perhatian dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI/ILFA yang menilai perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi kegiatan ekspor dan impor nasional. Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP ALFI/ILFA, Harry Soetanto, menyebut peningkatan aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa peluang pasar Indonesia masih berkembang di tengah tantangan ekonomi. Menurutnya, perluasan pasar ekspor ke kawasan Eropa dan Amerika Selatan turut mendukung peningkatan pergerakan barang melalui pelabuhan. Beberapa kelompok komoditas yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas perdagangan meliputi produk turunan kelapa sawit, mesin dan peralatan, bahan kimia, serta produk elektronik. Harry menjelaskan bahwa pertumbuhan perdagangan internasional berlangsung lebih tinggi dibandingkan aktivitas domestik yang masih menghadapi keterbatasan dari sisi perkembangan konsumsi. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya penguatan hubungan perdagangan luar negeri sebagai salah satu sumber pertumbuhan kegiatan logistik. Meski demikian, peningkatan ekspor dan impor perlu didukung pelayanan pelabuhan yang mampu memberikan kepastian waktu dan biaya bagi pengguna jasa. Pelaku usaha membutuhkan sistem distribusi yang efisien agar peluang perdagangan baru dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Bisnis.com+1
Di tengah perkembangan positif tersebut, pelaku industri logistik masih menyoroti adanya perbedaan kesiapan infrastruktur pelabuhan antara wilayah Jawa dan kawasan Indonesia timur. Harry menilai sejumlah pelabuhan utama di Jawa relatif mampu memenuhi kebutuhan kegiatan ekspor dan impor karena telah didukung fasilitas serta peralatan bongkar muat yang semakin memadai. Namun, kondisi fasilitas di sebagian pelabuhan Indonesia timur dinilai masih membutuhkan peningkatan agar dapat mengimbangi pertumbuhan aktivitas perdagangan. Perbedaan kualitas infrastruktur berpotensi memengaruhi biaya logistik, waktu pengiriman, dan kelancaran distribusi barang antardaerah. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas pelabuhan perlu disertai peningkatan konektivitas transportasi darat dan layanan logistik pendukung. Akademisi sekaligus praktisi manajemen rantai pasok Universitas Airlangga, Puspandam Katias, juga mengingatkan bahwa peningkatan volume peti kemas belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan perdagangan nasional secara menyeluruh. Menurutnya, pertumbuhan arus barang perlu dibandingkan dengan nilai ekspor dan impor, komposisi peti kemas berisi maupun kosong, serta peningkatan nilai tambah produk domestik. Evaluasi tersebut diperlukan agar pertumbuhan kegiatan pelabuhan benar-benar memberikan manfaat terhadap produktivitas industri dan daya saing ekonomi Indonesia. Bisnis.com+1
Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melanjutkan penguatan operasional untuk menghadapi perkembangan perdagangan dan kebutuhan distribusi barang pada akhir 2026. Perusahaan sebelumnya menetapkan target arus peti kemas sebesar 13,77 juta TEUs sepanjang tahun ini, mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan kegiatan logistik nasional. Pencapaian 10,31 juta TEUs hingga September menjadi dasar penting untuk mengevaluasi kesiapan perusahaan dalam memenuhi target tahunan tersebut. Namun, pencapaian target tetap dipengaruhi oleh perkembangan perdagangan, kondisi permintaan, ketersediaan layanan pelayaran, serta kelancaran kegiatan operasional terminal. Pelindo terus mendorong peningkatan produktivitas peralatan dan perbaikan koordinasi dengan perusahaan pelayaran, operator logistik, serta pengguna jasa. Modernisasi fasilitas diharapkan dapat membantu mengurangi waktu tunggu kapal sekaligus meningkatkan kepastian pelayanan bongkar muat. Penguatan jaringan pelabuhan juga diperlukan agar pertumbuhan perdagangan internasional dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi berbagai wilayah Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, efisiensi operasional, dan perluasan konektivitas pelayaran, sektor kepelabuhanan diharapkan semakin berperan dalam memperkuat rantai pasok nasional serta meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di pasar global. pelindotpk.co.id+2