Ichinomiya, 28 September 2026 –
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas membawa pulang medali perunggu dari nomor perorangan bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Langkah Fajar/Fikri terhenti pada babak semifinal setelah kalah dari pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Senin (28/9/2026). Pertandingan berlangsung sengit hingga tiga gim sebelum pasangan Indonesia akhirnya gagal merebut tiket final. Kekalahan di empat besar membuat Fajar/Fikri mendapatkan medali perunggu karena tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga.
Fajar/Fikri sebenarnya datang ke semifinal dengan ambisi besar mengejar medali emas. Mereka telah memastikan medali setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan Ki Dong Ju/Kang Min Hyuk pada perempat final. Pertandingan tersebut juga berjalan tiga gim dan berakhir dengan kemenangan Fajar/Fikri 21-14, 20-22, 21-14. Keberhasilan menembus empat besar membuat Fajar ingin meningkatkan pencapaiannya dibandingkan Asian Games 2018, ketika dirinya meraih medali perak di nomor perorangan bersama pasangan terdahulunya.
Tantangan di semifinal jauh lebih berat karena Liang/Wang merupakan salah satu pasangan kuat China. Kedua pasangan juga sudah saling mengenal permainan masing-masing setelah beberapa kali berhadapan di turnamen internasional. Bahkan pada final beregu putra Asian Games 2026, Liang/Wang berhasil mengalahkan Fajar/Fikri melalui pertandingan tiga gim. Meski Indonesia akhirnya tetap menjadi juara beregu putra, hasil tersebut membuat semifinal nomor perorangan menjadi kesempatan bagi Fajar/Fikri untuk membalas kekalahan.
Pada semifinal, pasangan Indonesia kembali memberikan perlawanan hingga pertandingan harus diselesaikan melalui gim penentuan. Liang/Wang mampu mengendalikan fase akhir pertandingan dan memastikan tempat di partai final. Fajar/Fikri pun harus mengakhiri perjuangan mereka di nomor perorangan pada babak empat besar. Hasil tersebut sekaligus menggagalkan peluang terciptanya final sesama pasangan Indonesia di sektor ganda putra.
Peluang menghadirkan All Indonesian Final sebelumnya terbuka setelah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin lebih dahulu mengamankan tiket ke pertandingan perebutan emas. Leo/Daniel mengalahkan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada semifinal. Mereka sempat berharap Fajar/Fikri dapat menyusul sehingga medali emas dan perak ganda putra dipastikan menjadi milik Indonesia. Namun, kekalahan Fajar/Fikri membuat Leo/Daniel nantinya justru menghadapi Liang/Wang dalam pertandingan final.
Meski gagal mencapai final, medali perunggu tetap menambah koleksi Fajar/Fikri di Asian Games 2026. Sebelumnya keduanya menjadi bagian dari tim beregu putra Indonesia yang merebut medali emas setelah mengalahkan China 3-2 pada pertandingan final. Bagi Fikri, Asian Games Aichi-Nagoya merupakan penampilan pertamanya di pesta olahraga terbesar Asia tersebut. Sebelum semifinal, ia sudah mengungkapkan kebahagiaannya karena setidaknya memperoleh dua medali dari nomor beregu dan perorangan.
Perjalanan Fajar/Fikri di nomor perorangan pun berakhir dengan satu medali perunggu, sementara perjuangan ganda putra Indonesia untuk meraih emas masih dilanjutkan Leo/Daniel. Hasil ini membuat Indonesia tetap memiliki wakil pada partai puncak sektor ganda putra. Fajar/Fikri sendiri meninggalkan Asian Games 2026 dengan kontribusi medali dari dua nomor berbeda, yakni emas beregu putra dan perunggu ganda putra perorangan. Capaian tersebut menambah kontribusi sektor bulu tangkis terhadap perolehan medali kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya.