Jakarta, 7 Mei 2026 – Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jakarta atau Paljaya mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pengurasan septic tank hingga kondisi toilet mengalami mampet atau mengeluarkan bau menyengat. Langkah perawatan berkala disebut menjadi kunci utama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah kerusakan saluran pembuangan di rumah tangga.
Pihak Paljaya menjelaskan bahwa masih banyak warga yang baru melakukan sedot WC ketika sistem sanitasi sudah bermasalah. Padahal, kebiasaan tersebut dinilai dapat memicu berbagai gangguan mulai dari limbah meluap, pencemaran tanah, hingga meningkatnya risiko penyakit akibat sanitasi buruk.
Menurut keterangan yang disampaikan, waktu ideal untuk melakukan pengurasan septic tank adalah sekitar tiga hingga lima tahun sekali, tergantung jumlah penghuni rumah serta kapasitas tangki penampungan. Rumah dengan jumlah anggota keluarga lebih banyak biasanya membutuhkan pengurasan lebih cepat dibanding rumah dengan penghuni sedikit.
Paljaya menyebut kondisi septic tank yang penuh sering kali tidak disadari penghuni rumah karena proses penumpukan terjadi perlahan. Beberapa tanda awal yang dapat dikenali antara lain air toilet mengalir lambat, muncul suara gelembung pada saluran pembuangan, hingga aroma tidak sedap dari kamar mandi atau halaman sekitar septic tank.
Selain berdampak pada kenyamanan, keterlambatan pengurasan juga bisa menyebabkan biaya perbaikan membengkak. Jika septic tank sampai bocor atau sistem pembuangan rusak, pemilik rumah berpotensi harus melakukan renovasi besar yang memerlukan biaya jauh lebih tinggi dibanding perawatan rutin.
Paljaya juga mengingatkan bahwa sanitasi yang buruk dapat mencemari sumber air tanah di kawasan permukiman padat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena masih banyak warga Jakarta yang memanfaatkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Paljaya terus mendorong layanan sedot lumpur tinja terjadwal agar warga tidak perlu menunggu kondisi darurat. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus membantu pengelolaan limbah domestik secara aman dan teratur.
Masyarakat pun diimbau menggunakan layanan resmi dan menghindari jasa sedot WC ilegal yang tidak memiliki prosedur pembuangan limbah sesuai aturan. Pengelolaan limbah yang tidak benar dikhawatirkan dapat memperburuk pencemaran lingkungan di wilayah perkotaan.
Dengan pertumbuhan penduduk Jakarta yang terus meningkat, Paljaya menilai kesadaran menjaga sanitasi rumah tangga menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang bersih dan sehat. Warga diharapkan mulai menjadikan pengurasan septic tank sebagai kebutuhan rutin, bukan hanya solusi saat masalah sudah terjadi.