Jakarta, 7 Mei 2026 — Pemerintah Iran memperingatkan Uni Emirat Arab agar tidak bekerja sama dengan pihak-pihak yang dianggap mengancam keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, terutama setelah Iran menuding sejumlah kerja sama pertahanan dan hubungan internasional UEA berpotensi memengaruhi keamanan regional.
Iran menegaskan bahwa negara-negara kawasan seharusnya menjaga hubungan yang tidak memicu konflik baru maupun membuka peluang intervensi pihak luar di Timur Tengah. Teheran juga memperingatkan akan merespons jika ada tindakan yang dianggap mengancam kepentingan nasionalnya.
Sementara itu, pemerintah UEA menolak tudingan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan pertahanan serta kerja sama internasional yang dijalankannya merupakan hak kedaulatan negara yang tidak dapat diintervensi pihak lain.
Ketegangan antara Iran dan UEA dalam beberapa waktu terakhir memang meningkat seiring konflik dan rivalitas geopolitik yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Isu keamanan Selat Hormuz, hubungan dengan Amerika Serikat, serta kerja sama regional menjadi salah satu sumber ketegangan utama.
Pengamat hubungan internasional menilai situasi tersebut menunjukkan rapuhnya stabilitas kawasan Teluk di tengah meningkatnya persaingan pengaruh politik dan militer antarnegara.
Selain berdampak pada hubungan diplomatik, ketegangan Iran dan UEA juga dikhawatirkan memengaruhi keamanan jalur perdagangan internasional dan distribusi energi global karena kawasan Teluk memiliki posisi strategis bagi ekonomi dunia.
Berbagai negara kini terus mendorong dialog dan diplomasi agar hubungan antarnegara di Timur Tengah tidak semakin memanas dan memicu konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.