Jakarta, 29 Oktober 2026 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) melakukan pemangkasan dan penebangan terhadap 23 pohon yang dinilai berpotensi tumbang di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) tersebut menyasar 12 titik berbeda yang membutuhkan penanganan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan menghadapi potensi hujan lebat dan angin kencang yang dapat menyebabkan dahan patah maupun pohon tumbang. Petugas melakukan pemeriksaan kondisi pohon sebelum menentukan tindakan pemangkasan atau penebangan. Penanganan diprioritaskan pada pohon yang memiliki indikasi kerusakan serta berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan keamanan pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Pengawas Penopingan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Sobari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Aduan disampaikan melalui berbagai saluran, baik secara langsung kepada petugas maupun melalui aplikasi Jakarta Kini atau JAKI. Menurutnya, wilayah Kebayoran Lama termasuk kawasan yang cukup sering membutuhkan pemangkasan karena banyaknya laporan mengenai kondisi pepohonan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat kerawanan setiap pohon yang dilaporkan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan warga dan kondisi lingkungan sekitar. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berupaya memastikan laporan masyarakat memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.
Dari total 23 pohon yang ditangani, sebanyak 20 pohon menjalani pemangkasan kategori sedang, sedangkan tiga pohon lainnya harus ditebang. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi fisik dan tingkat risiko masing-masing pohon. Pemangkasan kategori sedang dilakukan untuk mengurangi bagian tajuk atau cabang yang berpotensi membahayakan tanpa harus menghilangkan seluruh pohon. Sementara itu, penebangan menjadi pilihan ketika kondisi pohon dinilai tidak lagi aman untuk dipertahankan. Sobari menegaskan bahwa setiap tindakan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan petugas agar penanganan berlangsung secara tepat. Pendekatan tersebut juga bertujuan menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan keberadaan ruang hijau di kawasan perkotaan.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas, sejumlah pohon menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang dapat meningkatkan risiko tumbang. Kondisi tersebut antara lain batang yang mulai keropos, pohon yang sudah mati, serta pertumbuhan cabang dan dedaunan yang terlalu rimbun. Selain berpotensi patah saat diterpa angin, cabang pohon yang menjuntai juga dapat mengganggu kabel udara dan fasilitas umum. Pepohonan yang terlalu lebat bahkan dapat menghalangi pencahayaan jalan sehingga mengurangi jarak pandang pengguna kendaraan pada malam hari. Karena itu, pemangkasan tidak hanya dilakukan untuk mencegah pohon tumbang, tetapi juga menjaga fungsi infrastruktur di sekitarnya. Pemeriksaan berkala diperlukan agar kondisi yang berpotensi membahayakan dapat diketahui sebelum menimbulkan kerusakan atau korban.
Penanganan pohon rawan tumbang menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca di wilayah perkotaan. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dapat meningkatkan tekanan terhadap batang dan cabang pohon, terutama yang telah mengalami kerusakan. Pohon berukuran besar juga memiliki risiko menimbulkan dampak serius apabila tumbang di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang padat. Kendaraan yang melintas, bangunan, jaringan listrik, dan fasilitas umum dapat terdampak ketika pohon tidak mampu menahan tekanan cuaca. Oleh sebab itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kondisi cuaca memburuk. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan pemeliharaan agar keberadaan pepohonan tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan ancaman keselamatan.
Kegiatan pemangkasan di Kebayoran Lama mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang merasakan manfaat penanganan tersebut. Salah seorang warga, Farnanda Muhajirin, menyampaikan apresiasi kepada petugas Pasukan Hijau yang secara rutin melakukan pemeliharaan pohon di lingkungan permukiman dan jalan umum. Ia menilai tindakan pencegahan sangat penting untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan akibat pohon tumbang. Menurutnya, pekerjaan petugas memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan masyarakat, terutama saat memasuki periode hujan dan angin kencang. Farnanda juga berharap seluruh petugas tetap memperhatikan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan. Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membantu pemerintah dalam mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan sebelumnya juga melakukan kegiatan serupa di sejumlah wilayah lainnya. Pada April 2026, petugas menebang pohon mahoni di Jalan Gandaria Tengah, Kebayoran Baru, setelah hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 70 persen bagian batang telah mengalami pengeroposan. Pohon tersebut memiliki diameter sekitar 90 sentimeter dan tinggi kurang lebih 10 meter sehingga berpotensi membahayakan apabila dibiarkan. Pada periode yang sama, petugas juga memangkas empat pohon di kawasan Jalan Moch Kahfi II, Jagakarsa, setelah menerima laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan langsung terhadap kondisi pepohonan di lokasi. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan pohon menjadi bagian dari program pencegahan yang dijalankan secara berkelanjutan di berbagai kecamatan Jakarta Selatan.
Antara News
Selain penanganan terhadap pohon yang berisiko tumbang, pemeliharaan vegetasi perkotaan juga perlu mempertimbangkan aspek lingkungan. Pepohonan memiliki fungsi penting dalam menyerap air hujan, membantu menurunkan suhu udara, mengurangi polusi, serta menyediakan ruang teduh bagi masyarakat. Karena itu, pemangkasan harus dilakukan dengan teknik yang tepat agar tidak merusak struktur pohon yang masih sehat. Penebangan sebaiknya diprioritaskan terhadap pohon yang kondisinya memang membahayakan berdasarkan hasil pemeriksaan. Apabila diperlukan, peremajaan dan penanaman kembali dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas ruang terbuka hijau. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan manfaat ekologis pepohonan di lingkungan perkotaan.
Partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam memperkuat sistem pemantauan pohon rawan tumbang. Warga dapat melaporkan kondisi pohon yang terlihat miring, memiliki batang keropos, menunjukkan tanda-tanda kematian, atau mempunyai cabang besar yang berpotensi patah. Laporan dapat disampaikan melalui aplikasi JAKI maupun saluran pengaduan resmi pemerintah daerah agar petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pemotongan pohon besar secara sembarangan karena pekerjaan tersebut membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, pengguna jalan sebaiknya meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan dengan pepohonan tinggi. Kerja sama antara masyarakat dan petugas diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan.
Pemangkasan dan penebangan 23 pohon di 12 titik wilayah Kebayoran Lama menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam meningkatkan keselamatan lingkungan. Penanganan terhadap 20 pohon melalui pemangkasan sedang dan tiga pohon melalui penebangan dilakukan berdasarkan kondisi serta tingkat kerawanan masing-masing. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mengurangi kemungkinan pohon tumbang ketika hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Jakarta. Pemeliharaan secara rutin juga diperlukan untuk memastikan pepohonan yang berada di sepanjang jalan dan kawasan permukiman tetap dalam kondisi aman. Keberadaan layanan pengaduan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap titik-titik yang belum terjangkau pemeriksaan petugas. Melalui pemantauan berkelanjutan, penanganan yang tepat, dan partisipasi aktif warga, risiko kecelakaan akibat pohon tumbang di Jakarta Selatan diharapkan dapat ditekan.