Jakarta, 7 November 2026 – Timnas Indonesia dipastikan tidak menjalani pertandingan internasional pada periode FIFA Matchday November 2026. Keputusan tersebut membuat skuad Garuda kehilangan kesempatan memperbaiki peringkat dunia sekaligus menguji kemampuan menghadapi lawan internasional. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memilih mengalihkan agenda pertandingan menjadi pemusatan latihan di Bali. Meski keputusan ini mempertimbangkan faktor keamanan, absennya pertandingan tetap membawa sejumlah konsekuensi terhadap persiapan tim nasional.
Pembatalan agenda bermula dari situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Timnas Indonesia sebelumnya dijadwalkan menghadapi Yordania pada 13 November 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi internasional. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik membuat PSSI memutuskan tidak melanjutkan perjalanan tersebut. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa keselamatan pemain dan seluruh anggota tim menjadi pertimbangan utama. Upaya mencari lawan pengganti juga menghadapi kendala karena sebagian besar negara telah memiliki jadwal pertandingan.
Salah satu kerugian terbesar adalah hilangnya kesempatan menambah poin dalam peringkat FIFA. Berdasarkan pembaruan Oktober 2026, Indonesia berada di posisi ke-116 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin. Posisi tersebut cukup rentan karena Kazakhstan yang berada di bawah Indonesia hanya terpaut 0,24 poin. Tanpa pertandingan internasional, skuad Garuda tidak memiliki kesempatan memperoleh tambahan angka melalui kemenangan atau hasil imbang. Sementara itu, negara pesaing masih dapat memperbaiki peringkat apabila mendapatkan hasil positif dalam pertandingan mereka.
Kerugian berikutnya berkaitan dengan kesempatan mengukur perkembangan kualitas permainan di bawah arahan pelatih John Herdman. Pertandingan internasional memberikan pengalaman berbeda dibandingkan latihan karena pemain harus menghadapi tekanan, strategi, dan karakter permainan lawan secara langsung. Melalui laga uji coba, pelatih dapat mengevaluasi efektivitas formasi serta kemampuan pemain menjalankan instruksi taktik. Absennya pertandingan membuat proses evaluasi dalam situasi kompetitif menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut juga mengurangi kesempatan pemain baru membuktikan kemampuan ketika menghadapi lawan internasional.
Timnas Indonesia juga kehilangan peluang meningkatkan kekompakan antarpemain melalui pertandingan resmi. Skuad Garuda dihuni pemain yang berkarier di berbagai kompetisi sehingga waktu berkumpul bersama tim nasional relatif terbatas. FIFA Matchday biasanya menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi, membangun kerja sama antarlini, dan meningkatkan pemahaman terhadap sistem permainan pelatih. Selain itu, pertandingan tandang dapat membantu pemain beradaptasi dengan tekanan suporter lawan serta kondisi pertandingan di luar negeri. Pengalaman tersebut penting sebagai persiapan menghadapi kompetisi internasional dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Meski tidak menjalani pertandingan, PSSI tetap memanfaatkan periode internasional dengan menggelar pemusatan latihan selama tujuh hari di Bali. John Herdman berencana melibatkan kombinasi pemain utama dan sejumlah wajah baru untuk memperkuat kedalaman skuad. Program latihan difokuskan pada pemahaman taktik, peningkatan kualitas permainan, serta evaluasi kemampuan individu. Herdman juga ingin membangun fondasi tim yang lebih solid menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2030. Dengan demikian, jeda internasional tetap dapat memberikan manfaat meskipun tidak menghasilkan tambahan poin FIFA.
Keputusan tidak mengikuti FIFA Matchday November 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia dalam menjaga momentum perkembangan tim. PSSI perlu memastikan program latihan berjalan efektif agar kesempatan yang tersedia tidak terbuang tanpa hasil. Di sisi lain, penundaan Piala Asia 2027 memberikan waktu tambahan bagi Herdman untuk mempersiapkan skuad secara lebih matang. Indonesia juga harus memperhitungkan kemungkinan perubahan peringkat FIFA ketika negara lain menjalani pertandingan internasional. Fokus berikutnya adalah memaksimalkan agenda pertandingan mendatang agar skuad Garuda kembali memperoleh pengalaman kompetitif sekaligus memperbaiki posisi di tingkat dunia.